Tradisi ini masih berlanjut sampai sekarang


Beraneka ragamnya suku yang ada di indonesia merupakan salah satu kekayaan indonesia yang tak ternilai harganya dari beribu ribu suku yang ada memiliki adat dan kebiasaan masing masing yang di mulai dari nenek moyang yang sampai saat ini masih berlanjut karena memang tradisi itu tetap di jaga kelestariannnya sekaligus sebagai ajang mempererat tali sirahturahmi antar keluarga di suatu desa.

Dari ribuan suku yang ada di Indonesia tentunya memiliki budaya khas masing masing mulai dari cara bergotong royong ,arisan keluarga dan lain sebagainya menurut kebiasaan yang di lahirkan oleh para leluhur mereka luar biasa


Salah satu tradisi memasang atap rumah atau Ngatap Rumah yang sampai saat ini masih berlanjut yang ada di kabupaten muara enim sumatera selatan atau tepatnya di kecamatan Rambang Dangku, Ngatap Rumah adalah memasang atap rumah yang di kerjakan dengan cara bergotong royong biasanya atap genteng yang di mulai dari pengangkutan genteng hingga sampai di atas atap untuk menyusun atap biasanya di kerjakan oleh orang yang lebih paham atau tukang waktunya dari pagi hari sampai selesai. Ini merupakan kebiasaan yang di mulai dari nenek moyong tidak di ketahui sejak tahun kapan tradisi ini di mulai tetapi menurut cerita dari para orang tua sejak mereka bisa ingat hal ini sudah di lakukan.

Diatas atap rumah biasanya akan selalu ada setandan pisang ,kendi air dan bendera yang di letakan di atas namun tidak di ketahui pasti untuk apa kegunaan dari benda benda tersebut namun secara logika bendera di ikatkan  menandakan kewarga negaraan yang punya rumah ,Sedangkan kendi air menurut orang tua yang percaya akan mitos supaya anggota keluarga merasa tenteram dan nyaman mendiami rumah tersebut begitu juga pisang tidak di ketahui apa mitosnya sehingga di letakan di atas atap.

Di zaman dahulu,, zamannya nenek moyang Rumah tidaklah seperti rumah kebanyakan saat ini yaitu rumah beton seperti gambar di atas pada masa itu rumah adalah rumah panggung atau rumah limas pengerjaan rumah panggung di lakukan dengan cara gotong royong dan waktu pembuatan rumah pun sangatlah lama bisa bertahun tahun tergantung persediaan bahan,jarang sekali orang membuat rumah dengan cara memakai jasa tukang.Orang yang memakai jasa tukang biasanya merupakan orang pilihan atau orang kaya dan di segani tentunya seperti pesirah atau depati

Pembuatan rumah pada masa itu di mulai dari pemasangan tiang pembentukan rangka rumah memasang atap sampai dinding sekalipun di kerjakan secara gotong royong
Seiring kemajuan zaman yang makin pesat dan makin mahal nya harga kayu karena makin sulit persediaan kayu kalau pun ada harganya sangat tinggi, pembuatan rumah panggung mulai di tinggalkan kebanyakan warga membuat tempat tinggal dengan memakai bahan batu bata atau batako.

Dengan beralihnya tipe rumah yang di buat dari rumah panggung ke rumah beton/gedung kebanyakan orang membuat rumah dengan memakai jasa tukang bangunan sehingga bisa mengikuti tren masa kini.Namun kebiasaan/tradisi gotong royong yang masih sampai saat ini cuma Ngatap Rumah karena semuanya sudah di tangani oleh tukang bangunan, membuat rumah dengan gotong royong bukan berarti habis total ini tetap ada hanya saja sudah jarang di temukan karena kesibukan masing masing .

Yang unik lagi makanan ciri khas Ngatap Rumah yang tetap terjaga adalah Dawat di sebut juga dawet makanan ini sejenis cendol berbahan tepung beras yang di beri air santan masak lalu di campur ketan. Makanan ini akan selalu ada jika ngatap rumah menurut kebiasaan zaman dahulu ini merupakan balas budi atau menghapus keringat ada yang menyebutnya sebagai ucapan terima kasih. Hidangan ini tersaji setelah makan siang atau selesai Ngatap rumah ,orang yang bergotong royong tidak akan diperkenankan pulang sebelum makan dawat.

Inilah salah satu tradisi yang masih terjaga dan semoga tetap terjaga selamanya selain ikut meringankan/membantu keluarga yang membuat tempat tinggal ini juga merupakan cara mempererat tali sirahturahmi di dalam keluarga ,tetangga bahkan antar penduduk di suatu desa. amin

written by

fzal

Related Posts:

0 Response to "Tradisi ini masih berlanjut sampai sekarang"

Post a Comment

Orang bijak tinggalkan jejak
Harap berkomentar sesuai dengan judul bacaan di atas dengan menggunakan bahasa indonesia yang benar dan sopan.

RANDOM POS